Tugas Kampus Ku
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

Tugas Kampus untuk DosenKu Mr. Muhamad Danuri, M.Kom


You are not connected. Please login or register

Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional

+11
Soib Ap
fajar agus
mohammad mufid
aryat
khoiruddin_ali
listiankasih
Dwi Febri K
Riska
Huda Ananda
Rizki Juniar
admin
15 posters

Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

admin

admin
Admin

Silahkan dikumpulkan disini............

https://tugasku.forumid.net

2Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty Ulasan PROFESI Wed Mar 28, 2012 10:09 pm

Rizki Juniar

Rizki Juniar

NAMA :ARISKA ANZARTATIK
NIM :10020799



PROFESI

Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah: sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi profesi:

# SCHEIN, E.H (1962)
Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat

# HUGHES, E.C (1963)
Perofesi menyatakan bahwa ia mengetahui lebih baik dari kliennya tentang apa yang diderita atau terjadi pada kliennya

# DANIEL BELL (1973)
Profesi adalah aktivitas intelektual yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal ataupun tidak formal dan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok / badan yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam melayani masyarakat, menggunakan etika layanan profesi dengan mengimplikasikan kompetensi mencetuskan ide, kewenangan ketrampilan teknis dan moral serta bahwa perawat mengasumsikan adanya tingkatan dalam masyarakat

# PAUL F. COMENISCH (1983)
Profesi adalah "komunitas moral" yang memiliki cita-cita dan nilai bersama

# KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu

# K. BERTENS
Profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama


Profesi adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan sebagai sarana untuk mencari nafkah hidup sekaligus sebagai sarana untuk mengabdi kepada kepentingan orang lain (orang banyak) yang harus diiringi pula dengan keahlian, ketrampilan, profesionalisme, dan tanggung jawab

# DONI KOESOEMA A
Profesi merupakan pekerjaan, dapat juga berwujud sebagai jabatan di dalam suatu hierarki birokrasi, yang menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut serta pelayananbaku terhadap masyarakat

Adapun ciri Profesi itu ialah:

-Sebuah profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi. Pelatihan ini dimulai sesudah seseorang memperoleh gelar sarjana.Sebagai contoh mereka yang telah lulus sarjana baru mengikuti pendidikan profesi seperti dokter, dokter gigi, psikologi, apoteker, farmasi, arsitektutuntuk Indonesia. Di berbagai negara, pengacara diwajibkan menempuh ujian profesi sebelum memasuki profesi.
-Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan. Pelatihantukang batu, tukang cukur, pengrajin meliputi ketrampilan fisik. Pelatihanakuntan, engineer, dokter meliputi komponen intelektual dan ketrampilan.Walaupun pada pelatihan dokter atau dokter gigi mencakup ketrampilan fisik tetap saja komponen intelektual yang dominan. Komponen intelektualmerupakan karakteristik profesional yang bertugas utama memberikan nasehatdan bantuan menyangkut bidang keahliannya yang rata-rata tidak diketahuiatau dipahami orang awam. Jadi memberikan konsultasi bukannyamemberikan barang merupakan ciri profesi.
-Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepadamasyarakat. Dengan kata lain profesi berorientasi memberikan jasa untuk kepentingan umum daripada kepentingan sendiri. Dokter, pengacara, guru, pustakawan, engineer, arsitek memberikan jasa yang penting agar masyarakatdapat berfungsi; hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh seorang pakar permainan caturmisalnya. Bertambahnya jumlah profesi dan profesional padaabad 20 terjadi karena ciri tersebut. Untuk dapat berfungsi maka masyarakatmodern yang secara teknologis kompleks memerlukan aplikasi yang lebih besar akan pengetahuan khusus daripada masyarakat sederhana yang hidup pada abad-abad lampau. Produksi dan distribusi enersi memerlukan aktivitasoleh banyak engineers. Berjalannya pasar uang dan modal memerlukan tenagaakuntan, analis sekuritas, pengacara, konsultan bisnis dan keuangan.Singkatnya profesi memberikan jasa penting yang memerlukan pelatihanintelektual yang ekstensif.
Di samping ketiga syarat itu ciri profesi berikutnya. Ketiga ciri tambahan tersebut tidak berlaku bagi semua profesi.
Adapun ketiga ciri tambahan tersebut ialah:

-Adanya proses lisensi atau sertifikat. Ciri ini lazim pada banyak profesinamun tidak selalu perlu untuk status profesional. Dokter diwajibkanmemiliki sertifikat praktek sebelum diizinkan berpraktek. Namun pemberianlisensi atau sertifikat tidak selalu menjadikan sebuah pekerjaan menjadi profesi. Untuk mengemudi motor atau mobil semuanya harus memilikilisensi, dikenal dengan nama surat izin mengemudi. Namun memiliki SIMtidak berarti menjadikan pemiliknya seorang pengemudi profesional. Banyak profesi tidak mengharuskan adanya lisensi resmi. Dosen di perguruan tinggitidak diwajibkan memiliki lisensi atau akta namun mereka diwajibkanmemiliki syarat pendidikan, misalnya sedikit-dikitnya bergelar magister atauyang lebih tinggi. Banyak akuntan bukanlah Certified Public Accountant danilmuwan komputer tidak memiliki lisensi atau sertifikat.
-Adanya organisasi. Hampir semua profesi memiliki organisasi yangmengklaim mewakili anggotanya. Ada kalanya organisasi tidak selalu terbuka bagi anggota sebuah profesi dan seringkali ada organisasi tandingan.Organisasi profesi bertujuan memajukan profesi serta meningkatkankesejahteraan anggotanya. Peningkatan kesejahteraan anggotanya akan berartiorganisasi profesi terlibat dalam mengamankan kepentingan ekonomisanggotanya. Sungguhpun demikian organisasi profesi semacam itu biasanya berbeda dengan serikat kerja yang sepenuhnya mencurahkan perhatiannya pada kepentingan ekonomi anggotanya. Maka hadirin tidak akan menjumpaiorganisasi pekerja tekstil atau bengkel yang berdemo menuntut disain mobilyang lebih aman atau konstruksi pabrik yang terdisain dengan baik.
-Otonomi dalam pekerjaannya. Profesi memiliki otonomi atas penyediaan jasanya. Di berbagai profesi, seseorang harus memiliki sertifikat yang sahsebelum mulai bekerja. Mencoba bekerja tanpa profesional atau menjadi professional bagi diri sendiri dapat menyebabkan ketidakberhasilan. Bila pembaca mencoba menjadi dokter untuk diri sendiri maka hal tersebut tidak sepenuhnya akan berhasil karena tidak dapat menggunakan dan mengaksesobat-obatan dan teknologi yang paling berguna. Banyak obat hanya dapatdiperoleh melalui resep dokter. sepuluh ciri lain suatu profesi (Nana 1997) :
-Memiliki fungsi dan signifikasi sosial
-Memiliki keahlian/keterampilan tertentu
-Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metodeilmiah
-Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas
-Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama
-Aplikasi dan sosialisasi nilai
- nilai profesional
-Memiliki kode etik
-Kebebasan untuk memberikan judgement dalam memecahkan masalah dalamlingkup kerjanya
-Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi
-Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya.

Sumber:http://www.scribd.com/doc/37037653/Definisi-Profesi
[justify]

3Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty PEKERJAAN, PROFESI, DAN PROFESIONAL Thu Mar 29, 2012 8:13 am

Huda Ananda

Huda Ananda

PEKERJAAN, PROFESI, DAN PROFESIONAL:

4Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty PEKERJAAN Thu Mar 29, 2012 9:37 am

Riska



nama : Riska Febri
nim : 09010785

PEKERJAAN

Pengertian Pekerjaan

pekerjaaan adalah hal yang terkecil dari sebuah tanggung jaewab.ada yang lebih besar lagi yaitu tanggung jawab di keluarga dan di masyarakat yang lebih kejam..keadaan lingkungan dan tututan hidup.maka dari itu setia pada proses jangan mengeluh apa yang menjadi pekerjaannya ya laksanakan jangan meninggalkan dan di lemparkan kepada orang lain.kita akan kerdil apabila lari dari pekerjaan yang di berikan kepada kita dan tanggung jawab tesebut.semoga ini menjadi referensi bagi kita semua (ron maxs)

Jenis – Jenis Pekerjaan di tinjau secara umum.
Setiap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jenis-jenis pekerjaan dapat dibedakan berdasarkan hasil dari pekerjaannya,yaitu barang dan jasa.

Pekerjaan yang menghasilkan barang.
Jenis pekerjaan ini menghasilkan barang yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti makanan minuman dan perabot rumah tangga, dan lain-lain.

contoh dan jenis-jenis pekerjaan serta hasilnya dibawah ini!
1 Petani menghasilkan padi,jagung,dll.
2 Pengrajin menghasilkan meja, kursi dan kerajinan lain-lain.
3 Peternak menghasilkan telur,daging,dan susu.

Pekerjaan yang menghasilkan jasa.
Jenis pekerjaan ini menghasilkan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita membutuhkan pendidikan,layanan kesehatan, layanan transportasi, dan lain-lain. Dokter merupakan pekerjaan yang menghasilkan jasa dalam bidang kesehatan.

contoh jenis pekerjaan serta jasanya berikut ini.

1 Guru berjasa dalam pendidikan.
2 Dokter berjasa dalam kesehatan.
3 Sopir berjasa dalam layanan transportasi.

Jenis pekerjaan lain yang menghasilkan jasa ialah montir,sopir,pengacara,polisi tentara,jaksa,hakim,pegawai negeri,perias pengantin,dan perawat.

Jenis Pekerjaan Yang Paling Diminati di Indonesia
1 TKI
Salah satu pekerjaan yang paling diminati di Indonesia adalah sebagai tenaga kerja di luar negeri atau yang disebut Tenaga Kerja Indonesia
2. Sekretaris, PR
Pekerjaan yang paling diminati di Indonesia selanjutnya adalah Sekretaris, PR dan lainnya. Pekerjaan sebagai Sekretaris dan PR cukup diminati di Indonesia karena pekerjaan ini banyak dibutuhkan hampir oleh setiap perusahaan
3 Jurnalis
pekerjaan yang memberikan banyak tantangan, hal-hal baru setiap hari dan dikejar-kejar deadline.
4 Tourism / Pariwisata
Bekerja di perusahaan tourism atau travel agent adalah salah satu yang diminati. Banyak orang yang menginginkan bekerja di perusahaan tour, terutama bagi yang hobi traveling. Berkeliling dunia karena tuntutan pekerjaan pasti akan menyenangkan, sambil menyelam minum air.
5 Marketing
Marketing adalah salah satu pekerjaan yang paling diminati di Indonesia. Beberapa orang ada yang tidak betah untuk tetap bekerja didalam kantor, maka marketing dapat menjadi pilihan. Bekerja sebagai marketing tidak menuntut untuk tetap stay dikantor, karena waktunya yang fleksibel maka pekerjaan marketing hingga sekarang masih tetap diminati, meski harus berlomba-lomba dengan target. Marketing adalah ujung tombak dari perusahaan sehingga gaji yang diperoleh pun lebih tinggi dari staf lain, misalnya administrasi, akunting, keuangan.
6. Bank
Bekerja di bank masih menjadi pekerjaan yang paling diminati dan paling difavoritkan. Bekerja di bank banyak diminati oleh para fresh graduate disamping itu pihak bank juga “rajin” menyerap tenaga muda, energik dan bersemangat. Gaji pegawai bank juga menjadi salah satu penunjang mengapa bekerja di bank sangat diminati, selain itu bonus, tunjangan, bonus tahunan adalah fasilitas yang diberikan perusahaan. Menurut Bank Indonesia tercatat ada 122 bank yang ada di Indonesia baik bank milik pemerintah, bank swasta, bank perkreditan, bank syariah yang kesemuanya banyak menyerap tenaga kerja.
http://pushtop.blogspot.com/2012/01/10-jenis-pekerjaan-yang-paling-diminati.html

5Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty DEFINISI MENGENAI PROFESIONAL Thu Mar 29, 2012 11:21 pm

Dwi Febri K

Dwi Febri K

NAMA : DWI FEBRI KURNIAWATI
NIM : 10010832


Profesional:

6Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty pekerjaan,profesi dan profesional Fri Mar 30, 2012 12:59 am

listiankasih

listiankasih

NAMA:LISTIAN KASIH
NIM :10010928
silahkan klik disini:

khoiruddin_ali

khoiruddin_ali

"Profesi":



Terakhir diubah oleh khoiruddin_ali tanggal Mon Apr 02, 2012 10:30 pm, total 2 kali diubah

8Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty Ulasan Singkat Profesi Fri Mar 30, 2012 6:35 pm

aryat

aryat

Nama : RANDY A
NIM : 10010838


"Ulasan Singkat Profesi":



Terakhir diubah oleh aryat tanggal Mon Apr 02, 2012 11:12 pm, total 1 kali diubah

http://randy-ariatedja.blogspot.com

9Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty PROFESI PROGRAMER Fri Mar 30, 2012 7:20 pm

mohammad mufid



[spoiler =TUGASKU]
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknikdan desainer

Karakteristik Profesi
Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:
1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
3. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
4. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
5. Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
6. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
7. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
8. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
9. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
10. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
11. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat
1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
3. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
4. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
5. Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
6. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
7. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
8. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
9. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
10. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
11. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat
Kelompok PROFESI di Bidang Programmer

Profesi seorang programmer dapat dikelompokkan menjadi beberapa bidang sebagai berikut :
1. Programmer Programmer adalah individu yang bertugas dalam hal rincian implementasi, pengemasan, dan modifikasi algoritma serta struktur data, dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu. Deskripsi Pekerjaan :

o Menulis program (coding) dengan menggunakan pemograman tertentu (VB, VB.NET, Java)
o Memahami konsep basis data.
o Mampu mengoperasikan aplikasi basis data.
o Melakukan pengujian terhadap aplikasi program.
o Melakukan analisis terhadap aplikasi program.
o Melakukan riset , desain, dokumentasi dan modifikasi aplikasi software.
o Melakukan analisis dan memperbaiki kerusakan (error) pada software dengan tepat dan cara akurat
o Menyediakan status laporan aplikasi yang diperlukan.
2.Database Programmer
Programmer yang menguasai perancangan dan pemrograman database menggunakan Aplikasi Ms.Access dan Ms.Sql Server ATAU PL/SQL dan Oracle Form Developer 10g.
3. Web Programmer
Programmer web yang menguasai pengembangan aplikasi web berbasis HTML dan ASP.Net ATAU aplikasi web berbasis HTML dan J2EE serta Struts Framework ATAU aplikasi web berbasis MySQL dan PHP.
4. Multimedia Programmer
Programmer multimedia yang menguasai penggunaan teknologi dan pengembangan aplikasi berbasis multimedia.
5.Embedded Programmer Programmer yang menguasai arsitektur sistem mikroprosesor, interfacing dan pemrograman embedded.
Kode Etik Programmer

Pemrograman komputer membutuhkan sebuah kode etik, dan kebanyakan dari kode-kode etik ini disadur berdasarkan kode etik yang kini digunakan oleh perkumpulan programmer internasional. Kode etik seorang programmer adalah sebagai berikut :

o Seorang programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
o Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
o Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
o Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode dengan hak cipta kecuali telah membeli atau telah meminta izin.
o Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa izin.
o Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
o Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek secara bersamaan kecuali mendapatkan izin.
o Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode programmer lain untuk mengambil keuntungan dalam menaikkan status.
o Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
o Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja dalam pengembangan suatu proyek.
o Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
o Tidak boleh mempermalukan profesinya.
o Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam aplikasi.
oTidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang nantinya programmer akan mendapatkan keuntungan dalam membetulkan bug.
o Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer. Pada umumnya, programmer harus mematuhi “Golden Rule”: Memperlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Jika semua programmer mematuhi peraturan ini, maka tidak akan ada masalah dalam komunitas.
Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Produk dan Produktivitas Programmer

1. Komunikasi team :
oMeningkatnya ukuran produk yang dihasilkan akan menurunkan produktivitas programmer akibat meningkatnya kerumitan antara komponen-komponen program dan akibat meningkatnya komunikasi yang perlu dilakukan antara programmer, manajer,dan pelanggan.
2. Kerumitan produk
oTiga level kerumitan produk : program aplikasi, program utility, program level sistem.
3.Kendali perubahan
operubahan terhadap produk harus tetap meminta persetujuan manajer sebagai penanggung jawab proyek. Dampak perubahan harus dapat ditelusuri, diuji, dan didokumentasikan.
4.Tingkat keandalan
oSetiap produk harus mempunyai keandalan standar. Peningkatan keandalan dihasilkan melalui perhatian yang sangat besar pada tahap analisa. Peningkatan keandalan akan menurunkan produktivitas.
5.Pemahaman permasalahan
Pelanggan adalah penyumbang utama terhadap kegagalan dalam memahami masalah adalah :
oTidak memahami permasalahan perusahaannya,
oTidak mengerti kemampuan dan keterbatasan komputer,
oTidak mempunyai pengetahuan dasar tentang logika dan algoritma.
o Software engineer tidak memahami lapangan aplikasi, gagal mendapatkan informasi kebutuhan pelanggan karena pelanggan bukan seorang end user.
6. Persyaratan keterampilan
Berbagai keterampilan harus ada dalam sebuah proyek perangkat lunak,
misalnya:
oKeterampilan berkomunikasi dengan pelanggan untuk memastikan keinginannya dengan sejelas-jelasnya.
oKemampuan dalam pendefinisian masalah dan perancangan.
o Kemampuan implementasi dengan penulisan program yang benar.
o Kemampuan debugging secara deduktif dengan kerangka “what if ”.
oDokumentasi.
o Kemampuan bekerja dengan pelanggan.
oSemua keterampilan tersebut harus senantiasa dilatih.
7. Fasilitas dan sumber daya
Fasilitas non teknis yang tetap perlu diperhatikan yang berkaitan dengan motivasi programmer misalnya : mesin yang baik, serta tempat yang tenang, atau ruang kerjanya dapat ditata secara pribadi.
8.Pelatihan yang cukup
Banyak programmer yang dilati dalam bidang-bidang : ilmu komputer, teknik elektro, akuntansi, matematika, tetapi jarang yang mendapat pelatihan dalam bidang teknik perangkat lunak.
Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Programmer

oMembaca kode sumber sebuah program, dari yang sederhana hingga relatif kompleks, adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang programmer.
oImplementasi sebuah algoritma yang memodifikasi sebentuk struktur data dalam sebuah program dapat kita adaptasikan ke dalam program yang kita buat sendiri dengan konteks dan struktur data yang sama sekali berbeda
omplementasi sebuah algoritma yang memodifikasi sebentuk struktur data dalam sebuah program dapat kita adaptasikan ke dalam program yang kita buat sendiri dengan konteks dan struktur data yang sama sekali berbeda
Kewajiban Programmer

oMemahami konsep dasar sistem operasi. Kebanyakan dari programmer Indonesia biasanya membuat aplikasi di atas sistem operasi, sehingga banyak yang berpendapat bahwa tidak perlu memahami cara kerja sistem operasi
oMemahami konsep dasar jaringan. Sebuah aplikasi tidak dapat berjalan sendiri. Aplikasi tersebut pasti harus berhubungan dengan internet, melayani banyak pengguna
oMemahami konsep dasar relational database. Setiap aplikasi pasti memiliki sebuah database dalam penyimpanan datanya untuk itu programmer khususnya Database Programmer ditekankan menguasai relational database.
oKarena sekarang jaman internet, maka wajib memahami protokol HTTP, FTP, POP3, SMTP, SSH. Protokol HTTP sekarang adalah protokol yang paling banyak digunakan di internet.
oKarena sekarang jaman globalisasi, maka wajib memahami Unicode. Unicode itu penting supaya aplikasi kita tetap bisa diinstal di komputer mana saja.
oLebih dari satu bahasa pemrograman. Pemahaman lebih dari satu bahasa itu penting agar wawasan programmer lebih terbuka. Bahwa tidak ada bahasa yang one-fit-all
oCara menggunakan Version Control. Dalam dunia kerja, penggunaan version control adalah wajib. Ini standar (de facto) internasional. Jika mempunyai project opensource, baik di Sourceforge, Apache, Codehaus, dan semua hosting project opensource, pasti programmer akan diberikan version control.
Sikap Programmer Terhadap Klien

oMempunyai sikap & kepribadian baik, komunikatif, mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja, cekatan & fleksibel.
oMampu bekerja berorientasi jadwal, mengatur pekerjaan multiple project dan bekerja sama dalam team.
oMembuat kontrak kerja dengan klien.
oMenyukai dan mengerti dasar-dasar pemrograman.
Latar Belakang
SUMBER :http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrogram

[/spoiler]

10Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty Pekerjaan Profesi dan Profesional Mon Apr 02, 2012 1:32 pm

fajar agus

fajar agus

NAMA : FAJAR AGUS WINNARKO
NIM : 10010833
Spoiler:

11Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty Tentang "PROFESI" Tue Apr 03, 2012 11:39 am

Soib Ap

Soib Ap

Nama : Soib Aditya P
NIM : 10010841

1. PENGERTIAN DAN DEFINI “PROFESI” :
2. CIRI-CIRI “PROFESI” :
3. KARAKTERISTIK “PROFESI” :
4. KODE ETIK “PROFESI” :
5. TUJUAN & FUNGSI “KODE ETIK PROFESI” :
Etc.. :

12Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty ulasan pekerjaan,profesi, dan profesional Tue Apr 03, 2012 7:31 pm

TIAS ANDRIYANTI

TIAS ANDRIYANTI

TIAS ANDRIYANTI
Ulasan Pekerjaan,Profesi dan Profesional:

ady crisdyanto



Profesi adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menafkahi diri dan keluarganya dimana profesi tersebut diatur oleh Etika Profesi dimana Etika Profesi tersebut hanya berlaku sesama Profesi tersebut.

Pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menafkahi diri dan keluarganya dimana pekerjaan tersebut tidak ada yang mengatur dan dia bebas karena tidak ada etika yang mengatur.

Perbedaanya
Profesi
- Ada Etika yang mengatur
- Menghasilkan jasa bagi orang lain
- Tidak ada campur tangan orang lain

Pekerjaan
- Tidak ada Etika yang mengatur
- Tidak ada menghasilkan jasa bagi orang lain
- Adanya campur tangan orang lain

Contoh
Profesi
- Guru
- Dosen
- Dokter

Pekerjaan
- Direktur sebuah perusahaan


Kenapa orang selalu melanggar kode Etika Profesi
Karena adanya perubahan Globalisasi yang sering bisa membuat Profesi menjadi tidak berjalan semestinya sebab kalau seorang Profesi tidak mengikuti perkembangan Globalisasi maka dia akan tidak percaya diri untuk menjalankan Profesinya tersebut
contoh : Seorang Guru seharusnya memberikan contoh yang baik bagi orang lain terlabih pada siswanya, dimana guru tersebut memakai pakaian yang sopan, dan malah sekarang bayak guru-guru yang berpakaian seksi yang sampai terlihat auratnya.

14Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty tugas 1 Tue May 08, 2012 2:40 pm

Arif Fahruddin

Arif Fahruddin

Arif fahruddin(08010666)

Pekerjaan

Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uangbagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi.
Lowongan pekerjaan yang paling banyak diinginkan orang Indonesia rata-rata adalah PNS, dan pegawai BUMN. Anggapan mereka mungkin karena jadi pegawai negeri atau pegawai BUMN gajinya stabil dan terjamin.

Profesi


Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani adalah "Επαγγελια", yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen".

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta prosessertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknikdan desainer

Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

Karakteristik Profesi
Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:
1.Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
2.Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
3.Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
4.Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
5.Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
6.Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
7.Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
8.Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
9.Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
10.Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
11.Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

Profesional


Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demi uang.


http://id.wikipedia.orghttp://id.wikipedia.org

15Ulasan : Pekerjaan, Profesi dan Profesional Empty PEKERJAAN, PROFESI DAN PROFESSIONAL Wed Jun 27, 2012 9:42 am

anggit azhar



Semua makhluk hidup di dunia ini tidak lepas dari apa yang namanya kebutuhan.
Tidak terkecuali manusia. Kebutuhan menusia meliputi kebutuhan primer (pokok)
dan kebutuhan sekunder (tambahan). Kebutuhan primer meliputi kebutuhan sandang
(pakaian), pangan (makanan) dan papan (rumah). Semua kebutuhan pokok tersebut wajib
dipenuhi oleh manusia jika ingin bertahan hidup. Nah, untuk memenuhi kebutuhan yang
beragam tersebut setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda. Walaupun begitu,
semua itu tidak lepas dari yang namanya bekerja. Jadi, bekerja itu juga bisa dikatakan
kebutuhan agar semua kebutuhan-kebutuhan yang lainnya dapat tertutupi. Pada kodratnya
semua makhluk itu perlu bekerja. Hanya saja manusia harus mencari pekerjaan agar dapat bekerja.
Profesi merupakan suatu pekerjaan, tetapi pekerjaan tidak harus profesi.
Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan skill khusus dari individu tersebut,
sedangkan pekerjaan bersifat abstrak yakni suatu aktifitas untuk menyelesaikan suatu
tugas agar mendapatkan sesuatu yang biasanya berupa materi. Contoh profesi itu seperti
atlet, pengrajin, pelukis, penyanyi, dll,
Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan
protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya.
Orang tersebut juga merupakan anggota suatu organisasi, akan tetapi seringkali seseorang yang merupakan
ahli dalam suatu bidang juga disebut “profesional” dalam bidangnya walaupun bukan merupakan anggota sebuah
organisasi yang didirikan dengan sah. Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional.
Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir.
http://joshuallen.wordpress.com/2009/11/26/pekerjaan-profesi-dan-professional/

Sponsored content



Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik